Penerapan Pembelajaran Pendidikan IPA SD Di SDN CIBUGIS

Sumber Gambar : Google.com

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami agar memahami alam sekitar secara ilmiah.

Menurut Carin dan Sund (1993) dalam Puskur (2007:3) mendefinisikan IPA sebagai pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur, berlaku untuk umum (universal) dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen.

IPA sendiri berasal dari kata sains yang berarti alam. Sains menurut Suyoso (1998:23) merupakan pengetahuan hasil kegiatan manusia yang bersifat aktif  dan dinamis tiada henti-hentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur, sistematis, berobjek, bermetode, dan berlaku secara universal.

Menurut Abdullah (1998:18) IPA merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain.

Pembelajaran IPA di SD menekankan pada pemberian langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah

Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses komunikasi transaksional antara guru dan siswa dimana dalam proses tersebut bersifat timbal balik. Menurut Oemar Hamalik bahwa “Pembelajaran adalah prosedur dan metode yang ditempuh oleh pengajar untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar secara aktif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran” (Hamalik : 1994, hal 69).

Sedangkan Mohammad Surya (2003 : 11) menjelaskan bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

 

KAJIAN TEORI 

Pembelajaran IPA pada sekolah terutama pada sekolah dasar (SD) diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini sesuai dengan pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja, melainkan juga merupakan suatu proses penemuan.

Pembelajaran IPA di Sekolah

Pembelajaran bidang studi IPA di sekolah berfungsi untuk:

  1. Meningkatkan rasa ingin tahu dan kesadaran mengenai berbagai jenis lingkungan alam dan lingkungan buatan dalam hubungannya dengan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari bagi manusia.
  2. Mengembangkan keterampilan proses siswa agar mampu memecahkan masalah melalui “doing science”.
  3. Mengembangkan kemampuan untuk menerapkan IPA, teknologi dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
  4. Mengembangkan wawasan, sikap dan nilai yang berguna serta keterkaitan dengan kemajuan IPTEK, keadaan lingkungan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dan pelestariannya.

Berdasarkan dari berbagai fungsi pembelajaran IPA tersebut, maka sudah seharusnya pembelajaran IPA terintegrasi dengan berbagai pembelajaran lainnya.

Hal tersebut dikarenakan pada hakikatnya IPA merupakan alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, dengan menggunakan pendekatan cientific sebagai salah satu penunjang dalam proses pembelajaran.

Tujuan dan Ruang Lingkup IPA di Sekolah Dasar (SD)

Tujuan Pembelajaran IPA di SD/MI

Pembelajaran sains pada tingkat sekolah dasar (SD) dikenal dengan pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Konsep IPA di sekolah dasar merupakan konsep yang masih terpadu, karena belum dipisahkan secara tersendiri, seperti mata pelajaran kimia, biologi dan fisika.

 

Tujuan pembelajaran IPA di SD/MI, yaitu sebagai berikut:

  1. Mengembangkan rasa ingin tahu dan suatu sikap positif terhadap sains, teknologi, dan masyarakat.
  2. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.
  3. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep sains yang akan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari.
  4. Mengembangkan kesadaran tentang peran dan pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Mengalihkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman ke bidang pengajaran lain.
  6. Ikut serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam. Menghargai berbagai macam bentuk ciptaan Tuhan di alam semesta ini untuk dipelajari.
  7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ketingkat lebih tinggi.

Ruang Lingkup IPA di SD/MI

Ruang lingkup bahan kajian IPA untuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional bahwa standar kompetensi lulusan mata pelajaran IPA meliputi aspek-aspek, antara lain:

  1. Mahluk hidup dan proses kehidupan yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan interaksinya dengan lingkungan serta kesehatan.
  2. Benda, materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi cair, padat, dan gas.
  3. Energi dan perubahannya meliputi gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya, dan pesawat sederhana.
  4. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.

Berdasarkan dari beberapa tujuan dan ruang lingkup pembelajaran IPA di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya pembelajaran IPA membekali siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, pengetahuan, meningkatkan keterampilan proses, serta kesadaran untuk menghargai alam ciptaan Tuhan, dan melestarikan lingkungan alam sekitar serta sebagai dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

HASIL

 

NO PERTANYAAN JAWABAN
1. Pendekatan pembelajaran yang digunakan Pendekatan Saintifik
     
2. Tuliskan teori tentang pendekatan tersebut.

Gunakan jurnal sebagai referensinya

Pendekatan saintifik adalah model pembelajaran yang menggunakan metode ilmiah dalam kegiatan pembelajarannya.

Peserta didik diberikan ruang untuk bereksplorasi terhadap materi pembelajaran, termasuk dalam kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan data, serta mengomunikasikan.

Pendekatan saintifik adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui kegiatan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan/merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan (M. Hosnan, 2014 :34). Pendekatan saintifik dimaksukan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Pendekatan saintifik memiliki karakteristik berpusat pada peserta didik, melibatkan keterampilan proses sains dalam mengkonstruk konsep; hukum; atau prinsip, melibatkan proses kognitif yang potensial merangsang perkembangan intelek (keterampilan berpikir), serta dapat mengembangkan karakter peserta didik.

Tujuan pendekatan saintifik dalam pembelajaran antara lain untuk meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik, membentuk kemampuan dalam menyelesaikan masalah secara sistematik, menciptakan kondisi pembelajaran supaya peserta didik merasa bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan, melatih peserta didik dalam mengemukakan ide-ide, meningkatkan hasil belajar peserta didik, dan mengembangkan karakter peserta didik. Pelaksanaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran memiliki prinsip antara lain berpusat pada peserta didik, membentuk students self concept, terhindar dari verbalisme (mengurangi banyaknya guru dalam berbicara), memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep; prinsip; atau hukum, mendorong peningkatan kemampuan berpikir peserta didik, meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan motivasi guru untuk mengajar, memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih kemampuan berkomunikasi, serta adanya proses validasi konsep; hukum; dan prinsip yang telah dikonstruk oleh peserta didik dalam struktur kognitifnya (M. Hosnan, 2014: 34-37). Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, maka pendekatan saintifik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sesuatu yang digunakan dalam proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui pendekatan ilmiah

 

     
  Model pembelajaran yang digunakan Contextual Teaching and Learning (CTL)
     
  Tuliskan teori tentang model pembelajaran tersebut

Gunakan jurnal sebagai referensinya

(Contextual Teaching and Learning) atau CTL adalah salah satu konsep macam-macam model pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan siswa secara nyata. Hingga pada akhirnya, para siswa mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pengertian Pendekatan Contextual teaching and Learning ( CTL ) Pendekatan adalah: Proses, cara, perbuatan yang diusahakan dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti1 . Contextual Teaching and Learning terdiri dari tiga kata.context artinya berhububgan dengan suasana atau keadaan.2 Teaching artinya mengajar.3 Learning artinya Pengetahuan.4 Menurut bahasa berasl dari bahasa latin yang artinya mengikuti keadaan, situasi dan kejadian. Adapun pengertian CTL menurut Depdiknas adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan perencanaan dalam kehidupan mereka sehari- hari.5 Dengan demikian Contextual teaching and Learning adalah system belajar dan mengajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan pekerjaan.6 CTL adalah mengajar dan belajar yang menghubungkan isi pelajaran dengan lingkungan.7 Johnson mengartikan pembelajaran kontekstual adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari- hari, yaitu dengan kontexs lingkungan pribadinya, social dan budaya. Sedangkan The Washington State Consortium for Contextual Teaching and Learning mengartikan pembelajaran kontekstual adalah pengajaran yang memungkinkan siswa memperkuat, memperluas, dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademisnya dalam berbagai latar sekolah dan diluar sekolah untuk memecahkan seluruh persoalan yang ada dalam dunia yang nyata. Pembelajaran kontexs terjadi ketika siswa menerapkan dan mengalami apa yang diajarkan dengan mengacu pada masalah riil yang berasosiasi dengan peranan dan tanggung jawab sebagai anggota keluarga, masyarakat, siswa, dan selaku pekerja. Center on Education and Work at The University of Wisconsin Madison, mengartikan Pembelajaran Kontekstual adalah suatu konsepsi belajar- mengajar yang membantu guru menghubungkan isi pelajaran dengan situasi dunia nyata dan membantu siswa membuat hubungan antarapengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan siswa sebagai anggota keluarga, masyarakat dan pekerja serta meminta ketekunan belajar.8 Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran CTL adalah pendekatan pembelajaran yang mengaitkan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata siswa sehari- hari, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat maupun warga negara. Dengan pembelajaran CTL guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengembangkan kompetensi yang mereka miliki, dengan tujuan untuk menemukan makna materi dan menerapkan pengetahuan yang didapatnya. Siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari kontexs yang terbatas sedikit demi sediki, dan dari proses mengkontruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat. Contextual Teaching and Learning ( CTL ) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara utuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Dari konsep tersebut, minimal tiga hal yang terkandung didalamnya: a. CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara lansung.

Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan siswa hanya dapat menerima materi pelajaran saja secara pasif, akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. b. CTL mendorong siswa agar dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara belajar disekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, bukan saja bagi siswa materi itu akan bermakna secara fungsional akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa, sehingga tidak mudah dilupakan. c. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan, artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari- hari.

     
  Tuliskan sintaks modelnya dan kegiatan yang dilakukan pada kegiatan inti Misalnya

Model Problem Based Learning

Sintaksnya:

Orientasi siswa pada masalah

Peserta didik mengamati video pembelajaran yang ditayangkan oleh guru

Peserta didik melakukan tanya jawab tentang permasalahan dari video tersebut

Guru memberikan penguatan dengan memberikan jawaban dan menjelaskan materi tersebut.

Guru dapat memanajemen kelas Ketika situasi kelas tidak kondusif dalam pembelajaran

Guru menunjuk salah satu peserta didik agar menjelaskan apa yang di sampaikan guru

 

     
  Metode pembelajaran yang digunakan apa saja Ceramah Plus

Diskusi

Tanya Jawab

Resitasi

 

     
  Tuliskan teori tentang metode-metode pembelajaran tersebut

Gunakan jurnal sebagai referensinya

Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan (Wina Sanjaya 2006:152). Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru.

Dalam pembelajaran aktif, metode demonstrasi  juga sangat dianjurkan. Siswa diberikan kesempatakan untuk bersentuhan langsung dengan materi yang dipelajari kemudian mereka memeperagakannya di depan kelas. Metode pembelajaran ini dapat menunjukkan bagaimana siswa melakukan sesuatu yang kemudian diamati dan dibahas di depan kelas.

 

 

1.            Mengamati (Observasi)

 

 Siswa mengamati pembelajaran yang di jelaskan oleh guru dengan cermat dan teliti supaya siswa dapat mengetahui penjelasan guru tentang materi yang disampaikan
2.            Mengklasifikasikan (Mengelompokkan)

 

Dalam pembelajarannya guru membagi beberapa kelompok untuk menganalisis tugasnya
3.            Menafsirkan (Interpretasi)

 

Tidak ada
4.            Meramalkan (Prediksi)

 

Tidak ada
5.            Melakukan Komunikasi

 

Guru dan siswa melakukan komunikasi sebagai bentuk penyampaian arahan tugas yang harus di kerjakan
6.            Mengajukan Pertanyaan

 

Siswa mengajukan pertanyaan ketika terjadi kendala suatu penyelesaian tugas yang tidak di mengerti.
7.            Mengajukan Hipotesis (Berhipotesis)

 

Tidak ada
8.            Merencanakan Percobaan/Penelitian/Investigasi

 

Guru sedang melakukan percobaan terhadap siswa dalam pembelajaran yang menyenangkan walaupun secara daring
9.            Menggunakan Alat/Bahan/Sumber

 

Guru menggunakan bahan ajar seperti slide power point dan gambar-gambar dan alat peraga
10.        Menerapkan Konsep

 

Guru menerapkan konsep berfikir secara logis dan menemukan suatu ide atau gagasan

 

PEMBAHASAN

Pada penerapan pembelajaran IPA SD  di sekolah SDN Cibugis dapat dikatakan berjalan dengan semestinya dan terlaksana dengan baik, dengan sarana prasarana yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran, namun dikarenakan kondisi yang dimana mengharuskan pembelajaran secara Daring (Dalam Jaringan) akibat dari pandemi Covid-19 maka kegiatan yang berkaitan dengan Pembelajaran IPA hanya di terapkan dengan metode ceramah saja melalui pertemuan tatap maya, dan sekarang sudah melalui tatap muka namun tetap dengan metode ceramah dikarenakan menghindari kerumunan. Namun, jika kondisi sebelum terjadi pandemi dan sebelum pembelajaran secara Daring kegiatan pembelajaran mengenai IPA dilakukan dengan berbagai cara contohnya dengan hal-hal sederhana seperti menerapkan buang sampah di tempatnya, merapikan peralatan belajarnya setelah belajar, melaksanakan piket kelas dan mengamati kondisi sekitar seperti melihat bentuk tumbuh-tumbuhan atau hewan. pada kegiatan pembelajaran IPA juga menerapkan literasi membaca buku yang berkaitan dengan IPA sebelum memulai pembelajaran yang sudah di sediakan di pojok kelas namun kondisi ini disesuaikan dengan peserta didik, mengingat peserta didik memiliki keterbatasan sehingga buku-buku yang disediakanpun disesuaikan dengan peserta didiknya contoh seperti buku yang memiliki banyak gambar sehingga peserta didik yang belum bisa membaca dapat memahami isi buku dengan melihat gambarnya.

 

Pada proses pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) di sekolah ini juga menerapkan pendekatan Saintifik yang dimana Peserta didik diberikan ruang untuk bereksplorasi terhadap materi pembelajaran, termasuk dalam kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan data, serta mengomunikasikan.

Peserta didik juga diberikan pemahaman menganai sumber-sumber daya alam dengan dijelaskan secara rinci seperti tentang air, matahari, angin, juga terkait bencana-bencana alam yang ada di sekitar kita. Terkadang pada proses pembelajaran juga, guru memaparkan materi dengan menayangkan video sesuai dengan materi yang akan dibahas, penayangan video ini dinilai efektif untuk memusatkan perhatian peserta didik selama pembelajaran. Pada proses pembelajaran ini tentunya memiliki banyak tantangan di karenakan kondisi peserta didik, contohnya seperti perhatian peserta didik yang mudah teralihkan sehingga Ketika pembelajaran peserta didik suka keluar kelas, oleh sebab itu setiap pembelajaran di sesuaikan dengan peserta didiknya.

 

Pada proses pembelajaran IPA dengan model pembelajaran Saintifik ini dinilai efektif dalam proses pembelajaran, yang dimana dapat memusatkan perhatian perserta didik, tak hanya itu tetapi juga meningkatkan pengalaman pada peserta didik. Tetapi mengingat kondisi peserta didik yang memiliki keterbatasan, kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan cendrung untuk meningkatankan kemandirian pada peserta didik, oleh karena itu untuk tema dan subtema pembelajaran sama seperti sekolah biasa namun dalam penerapan pembelajarannya berbeda dengan sekolah biasa.

 

KESIMPULAN

 

Segala sesuatu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar pastinya mempunyai manfaat masing-masing. Begitu juga pentingnya pembelajaran IPA di SD. Misalkan ilmu pelajaran matematika yang bermanfaat bagi siswa-siswi untuk bisa berhitung dengan baik dan benar.

Berikut ini manfaat pelajaran IPA di SD atau MI yang sebaiknya orang tua pahami.

  • Siswa dapat memahami  semua benda-benda yang ada di dunia ini beserta kegunaan dan sifatnya. Untuk benda dan materi tersebut mencakup banda padat, benda cair, dan gas. Selain itu, siswa dapat memahami  semua anatomi makhluk hidup yang ada di muka bumi yang mencakup tumbuhan, binatang dan manusia.
  • Pentingnya pembelajaran IPA di SD juga agar siswa bisa mengetahui dan memahami berbagai macam energi yang terdapat di bumi. Seperti energi cahaya, energi listrik, energi magnet, energi panas, bunyi, dan gaya serta dapat menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari.
  • Manfaat pelajaran IPA di SD juga agar siswa dapat mengetahui kondisi dan struktur alam semesta yang sangat luas. Baik tentang tata surya, bumi dan tanah serta bintang dan objek di langit seperti planet dan nama-nama planet.
  • Siswa-siswi sekolah dasar (SD) juga akan diberikan pemahaman yang baik dan benar terhadap konsep, prinsip, kaidah,  dan teori IPA yang sangat mendasar dan umum beserta tokoh-tokoh pencetusnya.
  • Dengan demikian manfaat pelajaran IPA di SD sangat besar terutama dalam menumbuhkan minat siswa dalam mempelajari pengetahuan alam yang  ditemui sehari-hari. Sehingga siswa dapat mengetahui tentang dirinya dan lingkungannya maupun hubungan dirinya dengan lingkungan alamnya.
  • Semua ini dapat membuat siswa tersadarkan akan besarnya kekuasaan, keagungan Allah SWT dengan melihat dan memperhatikan ciptaan Tuhan yang merupakan bagian dari pentingnya pembelajaran IPA di SD.

 

Tentang Penulis

Sahabat Fadhil

Mahasiswa Hedonis yang Berjiwa Aktivis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.