Penerapan Pembelajaram Pendidikan Lingkungan Hidup berbasis STEAM/STEM Pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB-C Dharma Wanita

KAJIAN TEORI 

Pendidikan Lingkungan Hidup memiliki tujuan seperti yang dirumuskan pada waktu Konferensi Antar Negara tentang Pendidikan Lingkungan pada tahun 1975 di Tbilisi, yaitu: meningkatkan kesadaran yang berhubungan dengan saling ketergantungan ekonomi, sosial, politik, dan ekologi antara daerah perkotaan dan pedesaan; memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk memperoleh pengetahuan, nilai-nilai, sikap tanggung jawab, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melindungi dan meningkatkan lingkungan; menciptakan pola baru perilaku individu, kelompok dan masyarakat secara menyeluruh menuju lingkungan yang sehat, serasi dan seimbang. Dalam proses pembelajarannya, PLH jangan dijadikan sebagai topik hafalan tetapi harus dikaitkan dengan dunia nyata yang dihadapinya sehari-hari (kontekstual) dan dunia nyata ini harus dijadikan obyek kajian dalam konsep PLH. Dan juga peserta didk harus dilibatkan secara aktif (terlibat proses mentalnya) dalam mengonstruksi pengetahuan, sikap dan keterampilannya. Filosofi yang harus digunakan dalam pembelajaran adalah konstruktivis dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL), pembelajaran kontekstual (CTL), inkuiri, dan klarifikasi nilai. Penekanan pembelajaran bukan pada penguasaan konsep tetapi pengubahan sikap dan pola pikir peserta didik agar lebih peduli terhadap masalah lingkungan, mampu menerapkan prinsip keberlanjutan dan etika lingkungan.

STEM adalah singkatan dari Science, Technology, Engineering and Math. Beberapa kalangan ada yang menambahkan disiplin Seni (Art) ke dalamnya, sehingga menjadi STEAM. STEM merupakan sebuah jembatan (bridge) yang menghubungkan antara institusi pendidikan (school) dengan dunia yang sebenarnya (real world). Pendidikan STEM adalah pendekatan dalam pendidikan di mana Sains, Teknologi, Teknik, Matematika terintegrasi dengan proses pendidikan berfokus pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang nyata serta dalam kehidupan professional. Peningkatan Pembelajaran berbasis STEM akan membentuk karakter peserta didik yang mampu mengenali sebuah konsep atau pengetahuan (science) dan menerapkan pengetahuan tersebut dengan keterampilan (technology) yang dikuasainya untuk menciptakan atau merancang suatu cara (engineering) dengan analisa dan berdasarkan perhitungan data matematis (math) dalam rangka memperoleh solusi atas penyelesaian sebuah masalah sehingga pekerjaan manusia menjadi lebih mudah.

Pembelajaran berbasis STEM dapat dikemas dalam model pembelajaran kooperatif, PBL, PJBL, dan pembelajaran lainnya. Membangun penguasaan konten harus dilakukan melalui proses memberikan keterampilan (Skills), yang dilandasi dengan sikap, karakter, dan kebiasaan yang baik. serta Penerapan STEM dalam pembelajaran dapat mendorong peserta didik untuk mendesain, mengembangkan dan memanfaatkan teknologi, mengasah kognitif, afektif, serta mengaplikasikan pengetahuan. Pembelajaran berbasis STEM dapat melatih peserta didik dalam menerapkan pengetahuannya untuk membuat desain sebagai bentuk pemecahan masalah terkait lingkungan dengan memanfaatkan teknologi.

 

HASIL

Apakah Pendidikan lingkungan hidup itu termasuk kedalam materi pembelajaran?

“iya ada karena itu ada di buku tema tentang lingkungan & di setiap tema itu ada beberapa subtema, Bermain di lingkungan rumah bermain di lingkungan sekolah bermain di lingkungan masyarakat akan tetapi harus disesuaikan dengan tema atau temanya terkait pendidikan lingkungan hidupImplementasi pembelajarannya yaitu dengan mencontohkan kepada peserta didik upaya menanam pohon menyiram tanaman menjaga kebersihan dan dicontohkan oleh gurunya supaya anak peserta didik itu bisa melihat atau melakukan pembelajaran yang berbasis praktek”

 

Bagaimana metode pembelajaran dalam literasi lingkungan?

“guru menyiapkan fasilitas pojok bacaan ataupun rak buku yang mana Di isinya dengan buku-buku pembelajaran buku cerita anak supaya peserta didik dapat membiasakan membaca di waktu diniDan membiasakan peserta didik untuk membaca buku sebelum pembelajaran dimulai 15 menit sebelum, Akan tetapi jika ada murid atau peserta didik yang masih belum bisa baca ataupun belum lancar membacanya maka yang ada atau disesuaikan peserta didik contohnya buku dengan banyak gambar yang peserta didik itu mudah dipahami, selanjutnya guru juga memfasilitasi anak-anak untuk membaca di pustaka buku yang ada di sekolah yang sudah difasilitasi dengan perpustakaan buku, Namun karena situasi sekarang masih covid dan PTM pembelajaran tatap muka terbatas maka guru lebih memperhatikan ataupun mengajar di kelas hanya 2 jam saja sisanya memberikan motivasi untuk membaca di rumah. Ketika pembelajaran daring guru memberikan amanah terhadap orang tua dua agar selalu memberikan anaknya motivasi untuk membaca buku di rumah orangtuanya yang membacakan bukunya ataupun dieja anaknya mendengarkan, Orang tua dapat membimbing siswa dengan menunjukkan gambar dan dan anak dapat menyebutkan apa yang disebutkan oleh orang tua dari gambar tersebut”

 

Apakah sekolah ini sudah berbasis lingkungan hidup?

“iya sudah berbasis lingkungan hidup namun pada saat ini karena PTM pembelajaran tatap muka terbatas maka hanya difokuskan di kelas saja dulu, sebelumnya kita melakukan pembelajaran diluar kelas dengan lingkungan sekolah misalkan peserta didik menyiram tanaman menanam tanaman membersihkan dengan cara gotong royong dan saling membantu sehingga peserta didik tahu dan mengerti bahwasanya lingkungan hidup ini penting bagi kesehatan dan ramah lingkungan, Setiap pembelajaran itu ada kaitannya dengan lingkungan hidup di setiap temanya dan beberapa sub tema”

 

Apakah dalam baju pembelajarannya Pendidikan lingkungan hidup diterapkan metode salingtemas atau Steam (Sains teknologi lingkungan masyarakat)?

“Guru ya kita selalu memberikan media pembelajaran berupa video pembelajaran supaya anak itu mengetahui atau pun mengerti teknologi kita juga melihatkan kehidupan pelajaran dan sambil dijelaskan karena peserta didik itu sangat mudah untuk memahami pembelajaran itu karenamerupakan hal yang konkrit seperti gambar dan lain sebagainya akan tetapi kami membatasi kepada peserta didik agar tidak terlalu lama melihat video pembelajaran tersebut hanya intinya saja karena yang dikhawatirkan jika peserta didik sudah melihat menonton hidup pelajaran tersebut dari film atau video maka tidak mau belajar dihawatirkan nya karena keasikan menonton”

 

Apakah dengan pendekatan stem ataupun salingtemas Apakah ada pengaruhnya terhadap peserta didik?

“Dapat mempermudah untuk peserta didik memahami materi pembelajaran tersebut karena peserta didik itu lebih suka ke visual berbentuk gambar dan kita jelaskan kan akan tetapi harus dibatasi dengan waktu karena yang khawatirkan nya tidak mau belajar seperti Kendalanya satu anak tidak mau belajar karena lebih senang untuk melihat video pembelajaran dan lain sebagainya”

 

Menurut ibu bagaimana kondisi lingkungan sekolah?

“Kondisi lingkungan sekolahnya baik ada taman belajar untuk siswa Sehingga anak bisa melihat lingkungan sekolah dengan nyaman karena banyak tanaman pepohonan terus juga ada lapangan supaya ya anak-anak bisa belajar lapangan”

 

Bagaimana ibu menerapkan kesadaran terhadap peserta didik untuk melestarikan lingkungan sekolah?

“Mulai dari guru mencontohkan anak tidak boleh buang sampah sembarangan misalkan memunguti sampah sebelum pembelajaran diakhiri selanjutnya guru juga menegur atau mengingatkan siswa jika ada sampah di kolong meja diharapkan untuk membuang ke tempat sampah nya dan saling bekerjasama itu adalah contoh sederhana untuk meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap lingkungan”

 

Selanjutnya apakah sekolah mempunyai program seperti gotong royong bersih-bersih bersama supaya lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman untuk belajar?

“Biasanya dalam kegiatan pramuka, peserta didik dibiasakan untuk saling gotong royong satu sama lain membantu temannya dalam membersihkan lingkungan sekolah itu dari kelas 1 sampai kelas 6 SD supaya peserta didik itu yang biasa dan mandiri peduli terhadap lingkungannya karena di Pramuka tersebut diajarkan untuk kemandirian bertanggung jawab dan disiplin, atau ada di tema pendidikan kewarganegaraan terkait kerjasama ataupun gotong-royong jikalau di lingkungan rumah orang tua dapat memberikan anak untuk menjadi mandiri misalnya mencuci piring sendiri membuatkan teh manis untuk orang tua merapikan kamar dan menyapu rumah dangan begitu juga di lingkungan masyarakat peserta didik dapat mampu ikut membantu kegiatan bersih-bersih dia masyarakatDan di lingkungan sekolah biasanya kita bersih-bersih kelas bersama-sama dan saya juga selalu memberikan motivasi kenapa kita harus bekerja bersama-sama agar kita dapat bekerja dengan selesai dan cepat jikalau dikerjakan dengan sendiri-sendiri maka membutuhkan waktu yang lama”

 

Apakah siswa disekolah ini diberi pengetahuan tentang sumber daya alam cara melestarikan dan memanfaatkannya?

“Iya, diberikan pengetahuan tentang sumber daya alam itu disesuaikan dengan tema nya seperti apa dalam pembelajaran misalkan temanya menjaga lingkungan nah guru menjelaskan bahwasannya kenapa kita harus menjaga lingkungan? karena lingkungan ini sangat penting bagi kehidupan kita, jika lingkungan kita bersih maka kita akan sehat dan nyaman jika lingkungan kita kotor kita pasti sakit dan tidak nyaman begitu pula guru menjelaskan, kita harus banyak menanam pohon menjaga pohon menjaga lingkungan sekitar Jangan dirusak alam ini karena kalau alam sudah rusak nanti akan terjadi longsor banjir itu disebabkan oleh kita yang tidak ramah lingkungan tidak peduli dengan lingkungan. Guru juga memberikan contoh yang konkrit agar peserta didik itu dapat memahami dengan mudah bisa kan kenapa kita membutuhkan matahari itu cahaya matahari karena matahari itu ada sumber energi bagi kehidupan manusia dan kehidupan di bumi ini jika tidak ada matahari mungkin tumbuhan tidak tumbuh jemuran tidak bakal kering dan lain-lain.

PEMBAHASAN  

Pada penerapan pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup di sekolah SLB-C Dharma Wanita dapat dikatakan berjalan dengan semestinya dan terlaksana dengan baik, dengan sarana prasarana yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran, namun dikarenakan kondisi yang dimana mengharuskan pembelajaran secara Daring (Dalam Jaringan) akibat dari pandemi Covid-19 maka kegiatan yang berkaitan dengan Lingkungan hanya di terapkan dengan metode ceramah saja melalui pertemuan tatap maya, dan sekarang sudah melalui tatap muka namun tetap dengan metode ceramah dikarenakan menghindari kerumunan. Namun, jika kondisi sebelum terjadi pandemi dan sebelum pembelajaran secara Daring kegiatan pembelajaran mengenai Lingkungan Hidup dilakukan dengan berbagai cara contohnya dengan hal-hal sederhana seperti menerapkan buang sampah di tempatnya, merapikan peralatan belajarnya setelah belajar, melaksanakan piket kelas dan mengamati kondisi sekitar seperti melihat bentuk tumbuh-tumbuhan atau hewan. pada kegiatan pembelajaran Lingkungan Hidup juga menerapkan literasi membaca buku yang berkaitan dengan lingkungan hidup sebelum memulai pembelajaran yang sudah di sediakan di pojok kelas namun kondisi ini disesuaikan dengan peserta didik, mengingat peserta didik memiliki keterbatasan sehingga buku-buku yang disediakanpun disesuaikan dengan peserta didiknya contoh seperti buku yang memiliki banyak gambar sehingga peserta didik yang belum bisa membaca dapat memahami isi buku dengan melihat gambarnya.

 

Pada proses pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup di sekolah ini juga menerapkan pendekatan STEM/STEAM yang dimana peserta didik melaksanakan disiplin ilmu dengan pembelajaran secara konkret namun tetap menyesuaikan kondisi peserta didik. Pada pendekatan ini peserta didik di hadapkan secara langsung kondisi lingkungan sekitar baik di dalam maupun di luar kelas atau sekolah, juga sering diadakannya program-program mengenai Lingkungan Hidup Seperti kegiatan bersih-bersih Bersama Bergotong Royong guna meningkatkan kerja sama dengan teman-temannya, dan sosialisasi lingkungan sekitar pada kegiatan pramuka. Peserta didik juga diberikan pemahaman menganai sumber-sumber daya alam dengan dijelaskan secara rinci seperti tentang air, matahari, angin, juga terkait bencana-bencana alam yang ada di sekitar kita. Terkadang pada proses pembelajaran juga, guru memaparkan materi dengan menayangkan video sesuai dengan materi yang akan dibahas, penayangan video ini dinilai efektif untuk memusatkan perhatian peserta didik selama pembelajaran. Pada proses pembelajaran ini tentunya memiliki banyak tantangan di karenakan kondisi peserta didik, contohnya seperti perhatian peserta didik yang mudah teralihkan sehingga Ketika pembelajaran peserta didik suka keluar kelas, oleh sebab itu setiap pembelajaran di sesuaikan dengan peserta didiknya.

Pada proses pembelajaran Lingkungan Hidup berbasis STEM/STEAM ini dinilai efektif dalam proses pembelajaran, yang dimana dapat memusatkan perhatian perserta didik, tak hanya itu tetapi juga meningkatkan pengalaman pada peserta didik. Tetapi mengingat kondisi peserta didik yang memiliki keterbatasan, kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan cendrung untuk meningkatankan kemandirian pada peserta didik, oleh karena itu untuk tema dan subtema pembelajaran sama seperti sekolah biasa namun dalam penerapan pembelajarannya berbeda dengan sekolah biasa.

KESIMPULAN

Pendidikan Lingkungan hidup. Seperti yang kita ketahui bahwa lingkungan hidup merupakan bagian dari kehidupan di bumi yang merupakan komponen terpenting dalam keberlangsungan hidup seluruh makhluk bumi, dimana lingkungan hidup ini memiliki banyak unsur yang dapat menunjang kehidupan baik dalam unsur Biotik, Abiotik, dan Sosial. Lingkungan sangatlah diperlukan oleh manusia untuk melakukan berbagai macam aktifitas seperti singgah, makan, istirahat, bekerja, dan masih banyak lagi. Namun, dapat kita ketahui bahwa kondisi lingkungan saat ini terbilang sudah rusak baik karena faktor alam atau pun ulah manusia sendiri, tidak bisa kita pungkiri bahwa kondisi tersebut akan berakibat pada keberlangsungan hidup manusia di bumi kedepannya, dapat dilihat saat ini bumi sering terjadi bencana alam baik besar maupun kecil yang terkadang kita tidak menyadarinya tapi besar kemungkinan bencana yang kita anggap kecil dan biasa nantinya akan menjadi bencana yang besar dan tentu kita tidak mengaharapkannya, yang tentu hal tersebut bukan hanya merugikan manusia saja tetapi juga seluruh makhluk hidup dan ekosistem lingkungan akan kacau. Dari lingkungan yang rusak pun tak hanya berdampak pada bencana alam saja tetapi dengan kerusakan lingkungan dapat menyebabkan kurang terjaganya kebersihan dan kesehatan lingkungan sehingga menimbulkan banyak penyakit yang dapat menyerang kesehatan manusia.

 

Oleh sebab itu Pendidikan Lingkungan Hidup ini sangat penting untuk di terapkan dalam kurikulum pembelajaran karena merupakan suatu konsep pemahaman dalam menjaga kelestarian lingkungan agar kita dapat menjaga kondisi lingkungan, kebersihan lingkungan, Kesehatan lingkungan dan sosialisasi antar sesama manusia. Kenapa Pendidikan Lingkungan Hidup harus di terapkan pada kurikulum pembelajaran di sekolah? Karena sangatlah penting untuk mengajari anak anak usia dini untuk memahami terkait lingkungan hidup dan kondisi saat ini juga sebab akibat yang akan ditimbulkan, sehingga tertanamlah rasa cinta dan peduli terhadap kondisi lingkungan pada peserta didik, setidaknya untuk lingkungan sekitar seperti lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan lingkungan bermain. Pada Pendidikan Lingkungan Hidup ini tak hanya di terapkan pada sekolah umum biasa saja tetapi juga harus di terapkan pada Pendidikan institusi inklusi agar anak anak yang memiliki keterbatasan baik fisik maupun mental juga mampu memahami betapa pentingnya peran lingkungan hidup dan bagaimana menjaganya.

 

Berdasarkan hasil observasi kelompok kami di sekolah SLB-C Dharma Wanita ini kita kami menyimpulkan bahwa Pendidikan Lingkungan Hidup juga masuk kedalam kurikulum pembelajaran juga di ajarkan dan diterapkan pada Pendidikan institusi inklusi. Pada proses pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup disini juga memiliki tema dan subtema seperti institusi sekolah dasar pada umumnya dan juga menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis STEM/STEAM, namun dalam penerapan proses belajarnya menyesuaikan dengan kondisi peserta didik contohnya seperti peserta didik diberikan pemahaman yang bersifat nyata atau konkret, penjelasan materi tidak bersifat abstrak sehingga lebih rinci namun tetap jelas dan mudah di pahami, menerapkan literasi membaca buku yang berkaitan dengan materi 15 menit sebelum pembelajaran dan buku yang sediakan di sesuaikan dengan kondisi peserta didik khususnya untuk yang belum bisa membaca sehingga buku berisikan banyak gambar, dan melakukam program-program kegiatan sosialisasi seperti gotong royong. Pendekatan STEM/STEAM ini dinilai sangat efektif untuk menunjang proses pembelajaran yang dimana dapat memusatkan perhatian peserta didik dan memberikan pengalaman baru dalam belajar.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hayati Sri. 2016. Pendidikan Lingkungan Hidup Pada jenjang Pendidikan Dasar. Vol 7 No.1

Adjisendjaja Yusuf Hilmi., Romlah Oom. 2007. Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup.

Wihardjo, Sihadi Darmo dan Rahmayanti, Henita. 2021. Pendidikan Lingkungan Hidup. Pekalongan: PT. Nasya Expanding Management

Mulyani, Tri ”Pendekatan Pembelajaran STEM untuk menghadapi Revolusi Indsutry 4.0” Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (PROSNAMPAS) . Vol. 2. No. 1. 2019

Widaningsih, L. (2008). Pendidikan Lingkungan Hidup: Membelajarkan Anak pada Kearifan Alam. In Prosiding Seminar Nasional Jurusan pendidikan teknologi arsitektur FPTK UPI dan Disdik Provinsi Jawa Barat

Tentang Penulis

Sahabat Fadhil

Mahasiswa Hedonis yang Berjiwa Aktivis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.