Filsafat Psikologi Sigmund Freud

Sekilas Biografi Sigmund Freud

Sigmund Freud adalah seorang Austria keturunan Yahudi dan pendiri aliran psikoanalisis dalam bidang ilmu psikologi. Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar, prasadar, dan tak-sadar.
Kelahiran: 6 Mei 1856, Příbor, Ceko
Meninggal: 23 September 1939, Hampstead, London, Britania Raya
Pasangan: Martha Bernays (m. 1886–1939)
Sigmund Freud menempuh pendidikan di sebuah tempat yang setingkat dengan sekolah menengah atas. Tempat ini disebut gymnase. Di tempat ini, ia memperoleh pelajaran klasik mengenai kebudayaan Yunani dan kebudayaan Romawi Kuno. Ia juga menerima pelajaran mengenai humanisme. Selama menempuh pendidikan, Freud mempelajari beberapa bahasa, yaitu bahasa Latin, bahasa Prancis dan bahasa Inggris. Bahasa Prancis dan bahasa Inggris dikuasainya dengan baik. Sementara di rumah, ia menerima pendidikan agama dengan mempelajari bahasa Ibrani, bahasa Italia dan bahasa Spanyol.

Teori & Pemikirannya

Hakikat Manusia

  • Deterministik : manusia itu ditentukan oleh kekuatan irasional yang tidak disadari, motivasi yang tidak disadari, dorongan biologis, serta dorongan naluri
  • Tujuan Hidup Manusia : mengejar kesempurnaan, mendapatkan kenikmatan, menghindarkan diri dari ketidaknimaktan.

Struktur Kejiwaan Manusia

  • Unconciousness (tidak sadar) : bagian terpenting dari jiwa manusia, berisi insting, dorongan, impuls yang dibawa sejak lahir, termasuk pengalaman-pengalaman traumatik.
  • Pre- Conciousness( Pra-sadar) : semula disadari tapi kemudian tidak lagi dicermati (mimpi, lamunan, salah ucap, mekanisme peratahanan diri refleks)
  • Conciousness( Sadar) : pikiran, persepsi, perasaan, ingatan.

Sebagian besar hidup manusia di alam bawah sadar, konflik masa lalu, pengalaman baik dan buruk.

  • Alam sadar : keadaan yang tampak dan dirasakan saat ini : kuliah, nongkrong, ngejain tugas dll.
  • Ambang sadar: batas antara sadar & bawah sadar muncul dalam bentuk mimpi-mimpi.
  • Bawah sadar: dipermalukam, ditolak cinta, diperkosa, mencuri, perasaan berdosa, konflik-konflik masa lalu.

Struktur Kepribadian Manusia

  • ID (Das Es) Aspek biologis
    ID adalah dorongan- dorongan instinktif dalam diri manusia. id adalah tabiat hewani manusia, bekerja berdasarkan prinsip kenikmatan, menghindari ketidaknikmatan dengan cara :
    1. Refleks dan reaksi-reaksi otomatis (bersin & berkedip)
    2. Proses primer (lapar membayangkan makanan)
  • Ego (DAS ICH) Aspek Psikologis
    Ego adalah mediator hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik,
    Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud yang rasional (pada pribadi yang normal). Bekerja berdasarkan prinsip realitas, menghindarkan ketidaknikmatan dengan cara yang sesuai dengan kondisi riil, baik kenyataan benda maupun kenyataaan sosial.
  • Super Ego (DAS UBER ICH) Aspek Sosial
    Super ego adalah sistem moral dari kepribadian, sistem ini berisi norma-norma budaya, sosial dan tata cara yang sudah diserap oleh jiwa. Bekerja dengan prinsip ideal/moralitas: pantas/tidak pantas, susila/asusila, benar/salah, sesuai dengan norma masyarakat yang ada.

Dua jenis Instink Manusia

  • Ada dua instink dominan : 1. Eros /libido – instink  reproduktif yang menyediakan energi dasar untuk kegiatan-kegiatan manusia yang konstruktif ; 2. Thanatos – instink destruktif dan agresif
  • Eros bukan hanya meliputi dorongan sesksual, tetapi juga segala hal yang mendapatkan kenikmatan termasuk kasih ibu, pemujaan tuhan, dan cinta diri
  • Thanatos merupakan instink kematian, kecendrungan manusia bertingkah laku agresif dan destruktif adalah manifestasi Thanatos pendorong dibalik lahirnya perang, pembunuhan, kekejaman, penyiksaan, dan lain sebagainya.

Perkembangan Kepribadian Manusia (Postivistik)

  • Infantil (0-5 tahun) 1. oral (kenikmatan) (0-1 tahun), 2 anal (menahan diri) (1-2 atau 3 tahun)
    3. phalic (latihan reproduksi ) (5-6 tahun)
  • Laten (5-12 tahun) pubertas
  • Genital (12 tahun keatas) kedewasaan id, ego, super ego.

Dialektis ID , EGO & SUPER EGO

  • Kecemasan
    Ketegangan yang terjadi memaksa untuk berbuat sesuatu
  • Biasanya berkembang konflik antara ego dan super ego
  • ada 3 jenis :
  • Kecamasan realita ( takut bahaya datang dari luar)
  • Kecamasan Neurotik (takut id dan egonya keluar jalur)
  • Kecemasan Moral (takut pada hati nuraninya sendiri/ merasa bersalah jika melakukan sesuatu yang bertentangan dengan moral).

Defence Mekanisme

  • Repesi : menyingkirkan dari kesadaran pikiran dan perasaan.
  • Reaction Formation: memunculkan perilaku perlawanan, menyembunyikan cinta pura-pura benci, kekejaman pura-pura ramah.
  • Displacment : mengalihkan dorongan pada objek yang lebih lemah/aman (melampiaskan)
  • Fiksasi : memilih untuk berada stage yang nyaman (zona nyaman)
  • Regresi : kembali kepada tahap perkembangan sebelumnya. (mengenang lalu)
  • Proyeksi : mengatribukan apa yang dirasakan orang lain (menyalahkan) misal tertarik pada perempuan malah perempuannya yang disebut genit
  • Introjection : memproyeksikan apa yang ada pada orang lain ke dalam dirinya. (mengikuti orang lain)
  • Sublimation : mengalihkan dorongan pada perilaku yang diterima masyarakat

PsikoAnalisis:

  • membawa semua memori yang disimpan alam bawah sadar menuju kekesadaran – menghasilkan kararsis  dan membantu individu untuk mengontrol dorongan (impuls) yang tidak sadar.
  • Katarsis – talking cure (curhat) melepaskan kondisi emosi yang menekan dan merupakan salah satu penyebab individu mengalami sakit fisik.
  • Metode/teknik:
    1. free assosiation
    2. interpretation of dream
    3. interpretasi resistensi
    4. interpretasi tranferensi
  1. Free assosiation
    menggali kembali pengalaman masa lalu & mengungkapkanya secara bebas
  2. Interpretasi mimpi
    mimpi ada sebuah pesan yang terhubung dikehidupan nyata manusia yang berhubungan dari pengalaman masa lalu ataupun yang sudah terjadi.
  3. Interpretasi resistensi : sseuatu yang berlawanan langsung free assosiation
    contohnya : ketika mengungkapkan cerita masa lalu ada bagian yang tidak ingin diceritakan
  4. interpretasi tranferensi : mentransfer apa yang kamu rasakan ke orang lain (mendengar curhatan)

 

Refrensi :

  1. Buku sigmund freud (Psikoanalisis) & buku psikologi pendidikan freud
  2. Wikipedia Biografi
  3. Kajian filsafat Dr. Fahruddin Faiz

Tentang Penulis

Sahabat Fadhil

Mahasiswa Hedonis yang Berjiwa Aktivis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.